Goresan Kesuntukan

Goresan Kesuntukan

Suntuk, mungkin adalah nama tengah saya. Kalau mau dihitung secara matematis, prosentase saya di dalam keadaan suntuk, lebih banyak dibanding saat saya merasa ‘baik-baik saja’. Kalau sudah begitu, beragam keisengan, dan kadang-kadang kengawuran, bisa saya lakukan: nulis ngawur, jalan-jalan ngaw...

Kena Badai

Kena Badai

Bagi seorang yang hobi memancing, ada dua pertanyaan penting yang harus dijawab. Pertama, di mana kamu memancing? Jika Anda menjawab di kolam ikan, waduk, sungai atau danau, bagi pemancing tertentu, Anda belum dianggap sebagai pemancing sejati. Kalau Anda menjawab di laut, Anda baru diakui sebagai p...

Seusai Pesta Pernikahan

Seusai Pesta Pernikahan

Salah satu sahabat saya, Anwar, pada tanggal 22 Juni melangsungkan pesta pernikahannya dengan Nita. Saya datang terlambat karena satu urusan. Ketika sampai di tempat pesta, mempelai pengantin sudah turun dari singgasananya. Saya hanya bisa sedikit kecewa karena tidak bisa mengikuti prosesi pernikaha...

Ritual di Kuta

Ritual di Kuta

Nama Kuta, nyaris identik dengan Bali. Mungkin bagi banyak orang, belum merasa ke Bali kalau belum pernah ke Kuta. Tetapi Kuta tetaplah bagian dari Bali, sekalipun hiruk-pikuk, suasananya terutama di malam hari, seperti sebuah wilayah yang bukan Bali dan bahkan bukan di Indonesia. Ini adalah sebuah...

Percakapan di Meja Panjang Ketika Hari Hujan
Oleh Puthut EA   
Jumat, 24 Juli 2009 17:58

“Lukisan itu bukan penisilin...”

Ketika mengucapkan kalimat itu, nada suara Agus Suwage terdengar sinis sekaligus humoris. Ia tersenyum, sambil memasang kacamata bacanya. Kalimat itu bukan ditujukan kepada saya. Suwage hanya mengulang sebuah jawaban, ketika salah seorang kawannya bertanya tentang lukisan-lukisannya yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat. Hubungan lukisan dengan masyarakat, begitu hasil olah pikirnya, tidak seperti penisilin pada borok.

Selanjutnya...
 
Don
Oleh Puthut EA   
Jumat, 24 Juli 2009 16:17

Dari kelaparan, ketemu kera ganas, hingga mengayuh sampan INSIST

Seorang raja di daerah Maluku Tenggara suatu saat melihat seorang laki-laki asing yang sedang terlibat kerja dengan warganya. Raja melihat bagaimana ketekunan laki-laki itu. Rasa penasaran muncul, lalu ia bertanya pada salah seorang warga,”Siapakah laki-laki itu?” Orang yang ditanya oleh Sang Raja hanya bisa menjawab,”Ia seorang konsultan dari Jakarta. Ia mengajak supaya kita tidak memburu penyu, hiu dan lumba-lumba. Ia juga mengajak kita untuk tidak menebang pohon sembarangan.” Laki-laki yang sedang dipercakapkan itu kelak kita kenal bernama Don.

Selanjutnya...
 
The Temple: Sebuah Perjalanan Spiritual
Oleh Puthut EA   
Minggu, 12 April 2009 10:04

K

ira-kira di pertengahan tahun 2008, S Teddy D, kedatangan tiga orang tamu dari Museum Nasional Singapura. Salah seorang di antara mereka adalah Jose Tay, manajer program museum tersebut. Kedatangan mereka ke tempat Teddy atas saran Mella Jaarsma, seorang perupa dari Belanda yang telah lama bermukim di Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Galeri Cemeti, Yogyakarta.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

 copyright © 2009 Puthut EA