|
Percakapan di Meja Panjang Ketika Hari Hujan |
|
Oleh Puthut EA
|
|
Jumat, 24 Juli 2009 17:58 |
|
“Lukisan itu bukan penisilin...”
Ketika mengucapkan kalimat itu, nada suara Agus Suwage terdengar sinis sekaligus humoris. Ia tersenyum, sambil memasang kacamata bacanya. Kalimat itu bukan ditujukan kepada saya. Suwage hanya mengulang sebuah jawaban, ketika salah seorang kawannya bertanya tentang lukisan-lukisannya yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat. Hubungan lukisan dengan masyarakat, begitu hasil olah pikirnya, tidak seperti penisilin pada borok.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Oleh Puthut EA
|
|
Jumat, 24 Juli 2009 16:17 |
|
Dari kelaparan, ketemu kera ganas, hingga mengayuh sampan INSIST
Seorang raja di daerah Maluku Tenggara suatu saat melihat seorang laki-laki asing yang sedang terlibat kerja dengan warganya. Raja melihat bagaimana ketekunan laki-laki itu. Rasa penasaran muncul, lalu ia bertanya pada salah seorang warga,”Siapakah laki-laki itu?” Orang yang ditanya oleh Sang Raja hanya bisa menjawab,”Ia seorang konsultan dari Jakarta. Ia mengajak supaya kita tidak memburu penyu, hiu dan lumba-lumba. Ia juga mengajak kita untuk tidak menebang pohon sembarangan.” Laki-laki yang sedang dipercakapkan itu kelak kita kenal bernama Don.
|
|
Selanjutnya...
|
|
The Temple: Sebuah Perjalanan Spiritual |
|
Oleh Puthut EA
|
|
Minggu, 12 April 2009 10:04 |
|
K
ira-kira di pertengahan tahun 2008, S Teddy D, kedatangan tiga orang tamu dari Museum Nasional Singapura. Salah seorang di antara mereka adalah Jose Tay, manajer program museum tersebut. Kedatangan mereka ke tempat Teddy atas saran Mella Jaarsma, seorang perupa dari Belanda yang telah lama bermukim di Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Galeri Cemeti, Yogyakarta. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |