|
Ditulis oleh Puthut EA
|
|
Senin, 09 Agustus 2004 08:30 |
|
Salah satu sahabat saya, Anwar, pada tanggal 22 Juni melangsungkan pesta pernikahannya dengan Nita. Saya datang terlambat karena satu urusan. Ketika sampai di tempat pesta, mempelai pengantin sudah turun dari singgasananya. Saya hanya bisa sedikit kecewa karena tidak bisa mengikuti prosesi pernikahan mereka. Tetapi saya bahagia karena Anwar dan Nita terlihat sangat bahagia. Perhelatan telah rampung, canda-tawa dan tegur sapa dengan tamu-tamu spesial dilakukan oleh kedua mempelai. Piring-piring dibersihkan, tenda mulai dibongkar, kursi-kursi diangkut. Pesta telah rampung, tetapi kehidupan baru telah dimulai. Selamat! |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2009 17:20 |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 09 Agustus 2004 08:30 |
Nama Kuta, nyaris identik dengan Bali. Mungkin bagi banyak orang, belum merasa ke Bali kalau belum pernah ke Kuta. Tetapi Kuta tetaplah bagian dari Bali, sekalipun hiruk-pikuk, suasananya terutama di malam hari, seperti sebuah wilayah yang bukan Bali dan bahkan bukan di Indonesia. Ini adalah sebuah bukti bahwa sepikuk apapun Kuta, wilayah ini tetap kental dengan ritual. Di sana-sini memang ada ironi, tetapi ironi bukan melulu milik orang Bali yang menyeberangi ketegangan antara industri pariwisata sekaligus rengkuhan tradisi yang kuat. (Foto-foto ini diambil pada tanggal 25 Mei 2006).
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 Februari 2009 16:33 |
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |