Mentalitet Korea: Semakin Terbanting, Semakin Melenting! Komandan Bambang Pacul
Korea harus memahami betul bahwa dirinya tidak boleh patah. Mentalitet korea adalah mentalitet rotan, bukan mentalitet kayu. Sekuat apapun kayu pasti memiliki titik getas.
Semakin kuat kayu ditekan, ia akan patah juga. Sedangkan rotan tidak. Rotan itu liat. Makin dibanting, makin melenting!
Dalam permainan catur, pion adalah bidak yang mewakili para korea. Ia tidak tahu cara mundur. Ia hanya bisa melangkah ke depan. Bertahap, setapak demi setapak. Bila ia bertahan dan hidup cukup lama, sanggup menahan tekanan bahkan mampu menembus rintangan, ia akan tiba pada satu titik radikal bernama promosi. Dan dari sana, ia bisa menjadi apa saja.
Tidak ada bidak lain yang bisa melampaui takdir sebuah pion. Raja mati sebagai raja. Ratu berakhir sebagai ratu. Tapi pion, pasukan paling rendah ini, justru menjadi satu-satunya bidak yang punya potensi untuk menjadi apa saja!